Live Streaming TV

Tampilkan postingan dengan label Info Tekpan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Tekpan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2012

Download Cara Uji Makanan dan Minuman Berdasarkan SNI


Buat kawan-kawan yang membutuhkan cara pengujian makanan dan minuman berdasarkan SNI, silahkan download disini

Read More......

Kamis, 03 Mei 2012

Info Program Kewirausahaan dan Lomba Inovasi Teknologi Bagi Mahasiswa


Poster

Download PMW disini
Ini adalah beberapa program yang bisa membantu mahasiswa dalam memiliki modal untuk berwirausaha. Silahkan didownload persyaratannya bagi yang berminat ikutan. Semua file saya sediakan gratisssss J



Download BRI disini
Selain program diatas ternyata ada info “LOMBA INOVASI TEKNOLOGI MAHASISWA” yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi DIY bekerjasama dengan Yayasan Badan Pengembangan Teknologi dan Inovasi Yogyakarta pada tahun 2012.

Lomba dibagi menjadi enam bidang, yaitu:


1. Pariwisata

2. Kerajinan dan Industri kreatif

3. Obat tradisional

4. Makanan tradisional

5. Pendidikan
6. Energi terbarukan

Setiap bidang bisa ditinjau dari sisi sosial humaniora, hukum, ekonomi, kesehatan, agro dan sains teknologi. Proposal diajukan oleh kelompok mahasiswa (2 sampai dengan 10 orang) dengan 1 sampai dengan 2 pembimbing. Proposal bukan merupakan proposal penelitian dasar namun merupakan penelitian riset, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (RIPTEKS) yang dapat memberi nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat.

Batas akhir penyerahan proposal : 14 Mei 2012
Evaluasi tim penilai : 21-25 Mei 2012
Pengumuman Finalis : 28 Mei 2012
Presentasi akhir : 12 September 2012

Penghargaan untuk tiap bidang
Terbaik I : Rp. 3.000.000
Terbaik II : Rp. 2.500.000
Terbaik III : Rp. 2.000.000

Read More......

Jumat, 13 April 2012

Tren Pangan di Tahun 2012


Tren masa kini
Pangan merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Dahulu pangan hanya berperan sebagai suatu pemenuhan rasa lapar, namun kini pangan selain memiliki peran tersebut, ia juga sebagai pemenuhan sumber gizi dan perbaikan kesehatan bagi orang yang sakit. Arah pergeseran tren pangan terjadi karena pola konsumsi masyarakat yang berubah. 
Menurut Tribunnews.com (2012), pada tahun 2011 tren makanan berubah dari era fast food bergeser cukup drastis ke arah makanan sehat dan rendah kalori. Hal ini terjadi hampir di seluruh dunia internasional, dan kesadaran akan healty food masih kebanyakan terjadi di negara maju seperti USA, negara eropa dan Jepang. Di Indonesia belum semua sadar akan perubahan tren pangan sehat, namun sudah ada indikasi menuju pangan sehat.

Menurut Arie, seorang pengamat kuliner Indonesia, masyarakat sudah mulai sadar akan kesehatan. Maka dari itu mereka lebih memilih makanan yang sehat, seperti makanan yang tidak berlemak ataupun mengandung kolesterol tinggi. Kini masyarakat Indonesia lebih memilih makanan yang diolah dengan cara direbus atau dikukus dibandingkan dengan yang digoreng. Bahan yang dipilih sebagai menu utama pun tidak selalu ayam atau daging terkadang mereka sudah mulai menggantinya dengan ikan, sayur, dan buah.

Orang Indonesia Kian Pendek dan Gemuk
Pola konsumsi makanan yang tak berimbang menyebabkan struktur tubuh anak-anak Indonesia semakin tidak ideal. Jika tidak segera diatasi, karakter fisik manusia Indonesia ke depan adalah pendek dan gemuk.
Pilih yang mana yaaaa ?
”Tubuh pendek terkait kondisi ekonomi, sedangkan gemuk berhubungan dengan pola makan seseorang,” kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Minarto dalam Seminar Gizi Lebih: Ancaman Tersembunyi Masa Depan Anak Indonesia di Jakarta, Rabu (20/4).
Data Direktori Pengembangan Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan 2009 menunjukkan, konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia baru mencapai 60 persen dari jumlah yang dianjurkan. Badan pendek disebabkan kurangnya asupan pangan hewani. Adapun kegemukan terjadi karena kelebihan konsumsi makanan yang mengandung minyak dan lemak serta padi-padian.
Berdasarkan penelitian Atmarita dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan pada 2010, tinggi badan anak laki-laki Indonesia pada umur 5 tahun rata-rata kurang 6,7 sentimeter dari tinggi yang seharusnya, sedangkan pada anak perempuan kurang 7,3 sentimeter. Anak umur 5 tahun seharusnya memiliki tinggi badan 110 sentimeter.
”Kurangnya konsumsi pangan hewani akan membuat kurangnya sejumlah zat gizi mikro yang menjadi kebutuhan dasar tumbuh kembang anak,” kata Minarto. Konsumsi pangan hewani tidak dapat digantikan jenis bahan pangan lain. Jenis pangan ini dapat diperoleh dari daging, aneka jenis ikan, dan telur.

Kasus Kegemukan Meningkat
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2010, prevalensi kegemukan anak balita Indonesia mencapai 14 persen, dengan rincian prevalensi 14,9 persen dari keluarga kaya dan 12,4 persen dari keluarga miskin. Jumlah anak balita kegemukan meningkat karena survei serupa pada 2007 menunjukkan prevalensi anak balita kegemukan baru 12,2 persen. Kasus kegemukan paling banyak terjadi tahun 2010, yaitu di Jakarta dengan 19,6 persen.
Generasi gemuk
Dosen Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan anggota Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia, Saptawati Bardosono, mengungkapkan, penumpukan lemak pada pinggang, yang biasanya dialami orang dewasa, kini semakin banyak terjadi pada anak-anak. Selain akibat pola makan yang keliru, yaitu banyaknya konsumsi susu dan makanan manis, kegemukan juga disebabkan kurangnya aktivitas fisik karena anak terlalu banyak menonton televisi dan berkegiatan di dalam rumah yang sempit. Salah jika ada anggapan yang mengatakan bahwa anak gemuk adalah anak yang lucu dan sehat.
Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Rini Sekartini, menambahkan, kegemukan meningkatkan risiko penyakit terkait jantung dan pembuluh darah, diabetes, kanker, kelainan otot, serta kelainan pernapasan.
Orang Gemuk di Indonesia Meningkat 78,2 Juta Jiwa. World Health Organization (WHO) melansir persentase orang kegemukan atau overweight yang mencengangkan. Data selama 2010, di Indonesia tercatat 32,9 persen atau sekitar 78,2 juta penduduk dengan kondisi kegemukan. Persentase tadi bisa dibandingkan dengan data obesitas WHO pada 2008 yang hanya 9,4 persen. Dengan peningkatan jumlah penduduk yang kegemukan ini, ikut mendorong peningkatan faktor risiko penyakit kronis.
Dokter spesialis nutrisi Siloam Hospitals dr Samuel Oetoro M.S. Sp.GK menuturkan, penyakit kronis yang mengikuti orang dengan kondisi badan kegemukan cukup beragam. Di antaranya yang dominan adalah, hipertensi, serangan jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Tingginya angka penduduk yang obesitas di Indonesia, menurut Samuel disebabkan beberapa faktor. Di antaranya adalah, perubahan pola hidup di masyarakat. Samuel mengingatkan, membentuk tubuh kembali ramping cukup penting. Tapi, yang perlu ditekankan adalah tubuh ramping yang sehat. Jika tubuh ramping tetapi penyakitan, menurutnya adalah kegagalan upaya penurunan berat badan.
Untuk bisa ramping sekaligus sehat, Samuel menganjurkan untuk tetap rutin berolahraga. Seperti berjalan atau berlari. Jika berat badan sangat berlebihan, Samuel menganjurkan untuk olahraga bersepeda. "Jika sangat gemuk memilih jalan kaki atau berlari, kasihan lututnya. Sebab harus menanggung tumpuan berat badan," pungkasnya. Samuel berharap, angka obesitas di negeri ini bisa menurun.

Pustaka:
http://www.equator-news.com/utama/ke...-782-juta-jiwa

Read More......

Sabtu, 24 Desember 2011

Apakah Melamin Dapat Menyebabkan Kanker ?


Ilustrasi Penderita Kanker

Zat berbahaya itu formaldehid namanya. Dalam kadar tinggi bahan ini akan berdampak buruk bagi kesehatan. Berdasarkan acuan kesehatan di Inggris, paparan maksimumnya 2 ppm atau 2 mg/l. Sedangkan Amerika Serikat (AS) menetapkan paparan maksimum untuk jangka panjang 1 ppm dan jangka pendek 2 ppm.
Penelitian laboratorium selama dua tahun oleh Chemical Industry Institute of Toxicology yang dimulal tahun 1979 menunjukkan, kontak dengan formaldehid menyebabkan kanker hidung pada tikus. Penelitian ini didukung oleh 36 perusahaan kimia di AS. Tahun 1987 Environmental Protection Agency (EPA) AS menggolongkan formaldehid sebagai zat yang mungkin memicu kanker.
Saat diperkenalkan di Indonesia pada 1970-an, perlengkapan makan dari bahan melamin segera memikat konsumen. Ringan dan tak mudah pecah. Praktis dibawa piknik pula. Namun, penelitian YLKI mengingatkan kita untuk lebih cermat dan bijak. Sebab, ada yang berharga murah tapi terbuat dari bahan yang membahayakan kesehatan.
Bagaimana tidak tergiur pada perlengkapan makan berbahan melamin kalau harganya sangat murah? Bayangkan, produk melamin dari segala jenis dan ukuran hanya dihargai Rp 10.000,- untuk 3-4 buah. Bahkan di sejumlah hypermarket dan pusat grosir ditawarkan kiloan dengan patokan sekitar Rp 25.000,-/kg. Sebaliknya, melamin local (bermerek Golden Dragon, Hoover, Onyx, Vanda) berupa sendok, gelas, cangkir, piring, pinggan sampai mangkuk besar kisaran harganya Rp 2.000,- — Rp 40.000,-.

Peralatan makan bermelamin
Tak heran jika produk melamin murah itu makin mudah dijumpai dalam keseharian. Penjaja bakso, warung makan, sampai usaha jasa boga beranggaran rendah dengan senang hati mulai mengganti perangkat makan dari beling dan gelas dengan perlengkapan yang mengurangi risiko rugi karena pecah ini. Produsen makanan siap saji dari kacang kulit sampai biskuit bubur bayi pun menyertakan perlengkapan makan dari melamin murah itu dalam kemasan sebagai hadiah, pemikat calon pembeli.
Namun, uji produk melamin yang dilakukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bekerja sama dengan jurusan Kimia FMIPA, Universitas Indonesia terhadap 10 jenis merek (empat lokal, enam impor) menunjukkan, tak semuanya memenuhi food grade. Artinya, ada di antara produk-produk tadi yang mengandung zat berbahaya atau beracun dan bisa berpindah ke makanan akibat proses pengolahan makanan. Misalnya, dipakai untuk menyimpan sayur panas.
Beberapa penelitian juga membuktikan, pekerja yang terpapar formaldehid berisiko terserang kanker lebih besar beberapa kali, apalagi jika berlangsung terus-menerus. AS kemudian secara tegas menyatakan, formaldehid sebagai pencetus kanker bagi manusia. Uap formaldehid memicu radang pada mata (perih), hidung, saluran pernapasan atas, batuk, bronkitis, pneumonia, dan asma. Kulit yang terpapar formaldehid akan perih dan kemerahan seperti terbakar. Bila air yang terkontaminasi formaldehid terhirup atau tertelan akan menyebabkan sakit mendalam, luka bernanah, dan pembusukan pada selaput lendir tubuh (misalnya pada pipi bagian dalam dan bibir). Gejala keracunan dapat ditandai dengan muntah-muntah, pusing, dan hilang kesadaran. Kematian bisa terjadi bila formaldehid terminum sampai kadar 30 mg/l.

Pertanyaannya, dari mana datangnya formaldehid ?
Struktur kimia
Untuk menjawabnya mari kita tengok ke belakang ketika pada 1907 ahli kimia Belgia, Leo Hendrik Baekeland, menemukan plastik buatan (sintetis) pertama yang disebut bakelite. Inilah cikal bakal melamin yang awalnya digunakan sebagai bahan dasar pesawat telepon generasi pertama. Kemudian senyawa ini dikembangkan dan diterapkan untuk industri perlengkapan rumah tangga, termasuk perangkat makan.
Pada 1930 - 1940-an, perusahaan-perusahaan di AS macam Cyanamid, Ciba, dan Henkel mengembangkan senyawa ini untuk industri tekstil sebagai bahan pengisi dan perekat. Keunggulannya berupa kejernihan, stabil terhadap panas, cahaya, bahan kimia, goresan, bahkan api. Faktor inilah yang membuat melamin formaldehid makin luas digunakan pada tahun-tahun awal pasca-Perang Dunia 11. Antara lain digunakan pada industri kayu lapis untuk memperkuat dan mempercantik produk-produknya.

Lokal asli
Jadi, memang dari sononya formaldehid sudah nebeng di melamin. Menurut Bambang Ariwahjoedi, pengajar pada FMIPA ITB, melamin merupakan persenyawaan (polimerisasi) kimia antara monomer formaldehid dan monomer fenol. Bila kedua senyawa bergabung, sifat racun formaldehid akan hilang karena terlebur menjadi satu senyawa, yaitu melamin.
Formaldehid dalam senyawa melamin dapat muncul kembali karena depolimerisasi. Akibat proses ini, formaldehid terlepas menjadi monomer yang bersifat racun. Pemicunya bisa berupa paparan panas, sinar ultraviolet, gesekan, dan tergerusnya permukaan melamin hingga partikel formaldehid terlepas. Meski tahan di rentang suhu 120 derajat celcius sampai 30 derajat C di bawah nol, tapi karena menyerap panas, melamin tak tahan dipapar panas terlalu tinggi. Apalagi terpapar dalam jangka waktu lama. Oleh sebab itu melamin tak bisa digunakan dalam microwave.
Persoalan lain, dalam persenyawaan yang kurang sempurna dapat terjadi residu. Sisa formaldehid dan fenol yang tak bersenyawa itu akan terjebak dalam materi melamin. Formaldehid yang terjebak inilah yang bisa mengancam kesehatan bila masuk ke tubuh manusia.
Dari uji produk melamin, melamin lokal dan impor dari Cina mempunyai senyawa berbeda. Melamin lokal terbuat dari melamin asli, sementara yang impor terbuat dari bahan bukan melamin, salah satunya urea formaldehid. Kedua senyawa ini dibentuk oleh reaksi polimerisasi yang menghasilkan fenol.
Senyawa melamin dan urea berasal dan hasil reaksi formaldehid dengan senyawa amino yang mengandung kelompok senyawa NH2. Susunan kimianya sangat berbeda. Melamin punya struktur rantai lingkaran sehingga lebih stabil. Ikatan kimia urea formaldehid berupa rantai lurus, makanya pelepasan formaldehid lebih mudah. Urea formaldehid hanya tahan sampai suhu 62 derajat celcius hingga lebih mudah pecah atau berubah bentuk pada perlakuan suhu ekstrem. Urea yang dipanaskan akan menghasilkan formaldehid yang kadar pencemarnya tergantung pada seberapa kuat ikatan bahannya serta tingkat proses yang dijalankan produsen.
Untuk menguji kadar formaldehid pada beberapa produk berbahan melamin, YLKI melakukan dengan beberapa cara:

Pertama, uji rebus. Produk melamin direbus dalam 2 l air selama 30 menit dalam panci tertutup berlubang kecil untuk menghindari tekanan. Ini untuk memperbandingkan dengan kebiasaan konsumen menggunakan wadah itu bagi air mendidih, misalnya menyeduh teh, kopi, atau sebagai wadah bakso kuah dan sup panas yang biasa disantap selama 15 - 30 menit. Juga untuk menguji penggunaan berulang dengan air mendidih.

Kedua, uji kadar formaldehid dengan Pharmacopoeia Standard (Baku Mutu Farmakop). Hasilnya, seperti yang terungkap dalam Warta Konsumen, September 2004, enam merek melamin impor Cina ternyata berkadar formaldehid tinggi, 4,76 - 9,22 mg/l. Sementara merek lokal (Onyx, Golden Dragon, Vanda, Hoover) berkadar kurang dan 0,05 mg/l.

Safe yang tidak aman
Dari pengujian pula, YLKI mewanti-wanti untuk hati-hati dengan melamin impor dari Cina yang mencantumkan label aman. Misalnya, pada mug bertutup merek W Melamin CH 13 tercantum label heat safe. Saat diuji di laboratorium, hasilnya ternyata bertolak belakang. Hal semacam ini bisa menyesatkan konsumen yang mempunyai bayi dan biasa menyucihamakan wadah makanan bayi dengan cara direbus. Maunya aman, tapi justru berbahaya. Kandungan formaldehid dari mug yang direbus 30 menit ini sangat tinggi (8,82 mg/l).
Agar tak waswas, kita bisa melakukan uji sederhana untuk memastikan apakah perangkat makan melamin kita asli atau tak memenuhi food grade.

Pertama, uji bakar sederhana. Bakarlah ujung melamin dengan lilin selama 20 detik. Jika tercium gas formaldehid yang menyengat, berarti tidak memenuhi food grade. Pada melamin asli hanya tampak gosong tanpa bau formaldehid.

Kedua, uji rebus selama 30 menit sampai satu jam. Melamin palsu (dalam hal ini impor dari Cina) akan berubah bentuk, meliuk, bahkan rapuh dan mencair. Uap rebusannya pun menyebabkan mata perih, batuk, dan mual.

Walau sekilas sama, secara fisik kita bisa membedakan melamin asli dan palsu. Melamin asli lebih tebal dan berat dibandingkan dengan melamin palsu yang lebih terkesan sebagai plastik. Bila sesama melamin asli dibenturkan, bunyi yang terdengar akan lebih “tebal” dibandingkan dengan pembenturan antarmelamin palsu. Permukaan melamin asli lebih licin dan berkilau, sedangkan yang palsu mudah ternoda oleh pangan berwarna (misalnya, teh atau kopi) hingga warnanya lebih gelap. Walau lama-kelamaan akan kusam juga, melamin asli lebih stabil ketimbang yang palsu.
Dengan perlakuan dan perawatan benar, perlengkapan makan melamin bisa layak digunakan 6 - 10 tahun. “Ini laporan dari salah satu konsumen,” tutur Dedi Cahyadi, asisten manajer Research and Development Onyx Design yang mulai berproduksi sejak 1988.
Agar perlengkapan melamin awet, cucilah segera setelah dipakai. Tak masalah apakah menggunakan pembersih sabun cair atau sabun colek. Yang penting, jangan digosok kasar. Gunakan spons halus dan hindari penggunaan sabut kelapa, abu gosok, apalagi bahan penggosok dari logam yang mulai ditawarkan di pasaran.

Kapan sebaiknya peralatan makanan dari melamin ini diafkir ?
Perhatikan permukaannya. Bila mulai banyak ternoda, berubah warna karena pengaruh atau minuman makanan macam teh, kopi, makanan asam yang lebih mudah terserap, juga bila mulai kusam dan tergores-gores, sebaiknya pensiunkan saja. Selain mempertimbangkan keamanan bagi kesehatan, tentu tak elok lagi dipandang. Selera makan mungkin ikut berkurang. Bekas peralatan makan kita ini masih bisa dimanfaatkan sebagai tatakan pot bunga, tempat makan kucing , dan dan lain – lain. (Juliati)

Pustaka: Siti Juliati, Apakah Melamin Dapat Menyebabkan Kanker ?

Read More......

Minggu, 16 Oktober 2011

Cara Menggunakan Portal Akademik yang Baik & Benar


Bagi kawan2 Mahasiswa Baru yang bingung cara menggunakan Portal Akademik UGM, silahkan donlot disini :)

Read More......

Jumat, 14 Oktober 2011

Download ppt Kelompok untuk Analisa Lipid

Buat kalian yang ambil Analisa Pangan dan Hasil Pertanian, ini adalah ppt-nya presentasi kelompok 1, 2, dan  3 untuk analisa Lipid. Check it out!!!



Read More......

Jumat, 19 Agustus 2011

Penawaran Hibah Penelitian Mahasiswa Berpotensi Pengabdian Kepada Masyarakat

PENAWARAN
HIBAH PENELITIAN MAHASISWA
BERPOTENSI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Direktorat Kemahasiswaan bekerjasama dengan LPPM membuka kesempatan kepada mahasiswa UGM untuk mengekspresikan ide-ide & kemampuan meneliti melalui hibah penelitian mahasiswa berpotensi pengabdian kepada masyarakat.

Poster
  
Informasi selengkapnya terkait format pengajuan proposal dan sebagainya, silahkan lihat panduan berikut (klik disini) .

Ayo, Gali Potensi & Ide Brilianmu !
Mari berkarya untuk negeri !
Mari berkontribusi untuk bangsa, Demi kebangkitan Indonesia !

Read More......

Minggu, 31 Juli 2011

Pengumuman Registrasi Ulang FTP UGM [AYO LIAT DULU]

Gan, ni ane ada info untuk registrasi ulang Semester Gasal Tahun Ajaran 2011/2012. Semoga ini bermanfaat buat kita semua, amiiinnnnn (-_____-).. Silahkan sedooott gan ;) 

  
Sumber:
Direktorat Administrasi Akademik UGM

Read More......

Selasa, 26 Juli 2011

[Masuk Gan] Pengumuman Kuliah Umum !!!!

Dr. Angelo Visconti

Gan, ada pengumuman ni dari Jurusan TPHP UGM, rencananya besok pagi, Rabu, 27 Juli 2011, pukul 09.00-11.00, akan ada kuliah umum niie dengan:

Tema                : Comprehensive Program for Quality Assurance of Analytical Methods for Mycotoxin.
Pembicara        : Dr. Angelo Visconti, dari Institute of Sciences of Production (ISPA) National Research Council of Italy (CNR) Bari.
Tempat             : Ruang Sidang TPHP UGM Lantai 1 Ex-QUE (gedung lama).

Ayoooo hadiiiirrr ^_^

Read More......

Lomba Artikel Ilmiah FMIPA UGM 2011



Salam semangat teman-teman diseluruh nusantara! Sebentar lagi event JAF tahun ini akan dimulai. Persiapkan dirimu dan jangan lupa beri tahu teman-temanmu untuk ikut dalam event ini! Tema JAF tahun ini adalah: Student's Brilliant ideas of Energy Saving for Indonesia's Brighter Future. Menarik kan? So tunggu apa lagi? Daftarkan dirimu dan teman-temanmu secepatnya. Karena kesempatan ini terbatas hanya untuk 100 kelompok peserta saja, yang terdiri dari 40 kelompok tingkat SMA dan 60 kelompok tingkat Mahasiswa S1/D3.


Syarat dan Ketentuan:
1.     Pendaftaran dan pengiriman naskah dimulai tertanggal 4 Juli - 13 Agustus 2011.
2.     Naskah dalam bentuk softcopy dikirim melalui email ke: junsis_fmipaugm@yahoo.com.
3.     Naskah dalam bentuk hardcopy dikirim ke sekre LSiS FMIPA UGM di alamat : Sekre LSiS Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara,Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta (55281).
4.     Naskah hardcopy yang dikirim berjumlah 3 rangkap untuk penilaian dari masing-masing dewan juri.
5.     Naskah minimal berjumlah 5 lembar (belum termasuk cover dan daftar rujukan) dan maksimal 10 lembar (belum termasuk cover daftar rujukan).
6.     Naskah memuat halaman pengesahan oleh guru atau dosen pembimbing. Halaman pengesahan diletakkan setelah cover.
7.     Karya tulis bertemakan energy.
8.     Jika peserta dinyatakan lolos masuk ke 10 besar, peserta harus bersedia untuk datang ke lokasi yang nanti akan ditentukan (masih dalam wilayah UGM) untuk mempresentasikan hasil karyanya. Jika peserta tidak dapat hadir pada hari yang telah ditentukan, maka peserta akan dinyatakan gugur. Biaya akomodasi ditanggung oleh peserta.

Format Kepenulisan:
Untuk karya kepenelitian
1.     Judul
2.     Nama Penulis
3.     Abstrak dan kata-kata kunci
4.     Pendahuluan
5.     Metode
6.     Hasil
7.     Pembahasan
8.     Simpulan dan Saran
9.     Daftar rujukan
10.  Lampiran (jika ada)

Untuk karya non kepenelitian
1.     Judul
2.     Nama Penulis
3.     Abstrak dan kata-kata kunci
4.     Pendahuluan
5.     Bagian ini (diberi judul sesuai substansi yang berkaitan)
6.     Penutup
7.     Daftar rujukan
8.     Lampiran (jika ada)

Persyaratan Peserta:
Untuk tingkat SMA
1.     Peserta masih berstatus siswa aktif di sekolah.
2.     Dalam 1 kelompok peserta terdiri dari 2 orang.
3.     Mengirimkan persyaratan yang harus dilampirkan bersamaan dengan pengiriman naskah karya tulis.
4.     Persyaratan yang harus dilampirkan:
-       Karya tulis rangkap 3 untuk dewan juri.
-       Foto kopi kartu tanda sekolah (dari masing-masing anggota kelompok).
-       Surat rekomendasi dari sekolah (format bebas tergantung aturan dari sekolah yang bersangkutan).

Untuk tingkat mahasiswa
1.     Peserta masih berstatus mahasiswa aktif di universitas bersangkutan.
2.     Dalam 1 kelompok peserta terdiri dari 2 orang.
3.     Mengirimkan persyaratan yang harus dilampirkan bersamaan dengan pengiriman naskah karya tulis.
4.     Persyaratan yang harus dilampirkan:
-       Karya tulis rangkap 3 untuk dewan juri.
-       Foto kopi KTM (dari masing-masing anggota kelompok).

Hadiah:
Juara 1: Uang tunai Rp. 1.000.000 + trophy + sertifikat
Juara 2: Uang tunai Rp. 750.000 + trophy + sertifikat
Juara 3: Uang tunai Rp. 500.000 + trophy + sertifikat
Harapan 1: bingkisan + sertifikat
Harapan 2: bingkisan + sertifikat

Untuk mendaftar sebagai peserta di acara JAF 2011 ini, silahkan isi formulir registrasinya terlebih dahulu dengan cara membuka link form nyadisini. Sudah diisi? Sipp dah kalo begitu. Ayoo ajak teman-teman yang lain untuk turut berpartisipasi di event ini...!!

Sumber:

Read More......

Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-10 Tahun 2011

Sponsor
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan AJB Bumiputera 1912 akan menyelenggarakan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-10 Tahun 2011. PPRI merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia jenjang S1 dengan rentang usia 20-24 tahun yang memiliki ketertarikan di bidang penelitian.


Persyaratan
1.     Karya tulis dan karya cipta harus dari hasil penelitian peserta dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba ilmiah tingkat nasional lainnya.
2.     Peserta adalah mahasiswa S1 perseorangan atau kelompok (maksimal tiga orang) berusia 20-24 tahun terhitung pada tanggal 30 September 2011 dan belum pernah menjadi pemenang PPRI dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
3.     Melampirkan surat rekomendasi dari Kepala Jurusan / Dekan, daftar riwayat hidup lengkap yang diketahui oleh orang tua / wali dengan mencantumkan alamat dan no. telepon / HP yang mudah dihubungi.
4.     Karya tulis diketik dengan jarak 1½ spasi menggunakan font Arial ukuran 11.
5.     Peserta mengunggah berkas karya ilmiah penelitian melalui situs http://kompetisi.lipi.go.id/ppri10 dengan terlebih dahulu melakukan registrasi. Berkas karya tulis ilmiah diterima paling lambat 10 September 2011. Apabila tidak dapat mengunggah berkas karya ilmiah melalui situs tersebut, peserta dapat mengirimkan melalui pos sebanyak 4 eksemplar (1 asli dan 3 fotokopi) ke alamat panitia PPRI yang tertera di bawah.
6.     Pengumuman finalis PPRI 2011 akan dimuat pada situs LIPI http://www.lipi.go.id/. Finalis yang terpilih akan diundang ke Jakarta untuk melakukan presentasi. Bagi finalis kelompok, yang diundang hanya seorang peneliti utama. Apabila peneliti utama berhalangan hadir, dapat diwakilkan oleh anggota lain atas persetujuan kelompoknya.
7.     Informasi lengkap terkait lomba PPRI 2011 dapat dilihat pada situs http://kompetisi.lipi.go.id/ppri10.

Jadwal
1.     Registrasi Finalis: 2 Oktober 2011
2.     Presentasi Finalis: 3 Oktober 2011
3.     Audiensi dan Field Trip: 4 Oktober 2011
4.     Malam Penganugerahan: 4 Oktober 2011

Bidang Lomba
1.     Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)
2.     Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
3.     Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT)

Hadiah
1.     Piala dan piagam penghargaan dari LIPI
2.     Uang tunai dari AJB Bumiputera 1912
Juara I: Rp 12.000.000,-
Juara II: Rp 10.000.000,-
Juara III: Rp 8.000.000,-

Kontak
Panitia Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-10 Tahun 2011
Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 10
Jakarta Selatan 12710
Telp. (021) 52920839 / 5225711 Ext. 273, 274 atau 276
Fax. (021) 52920839 / 5251834

Sumber:
http://www.lipi.go.id

Read More......